Sumber: RMOL.Com
ARENAMADURA.COM, MADURA – Komunitas Muda Madura atau Kamura sedang membuat dokumen ilmiah yang disebut Naskah Akademik tentang Kawasan Ekonomi Khusus Tembakau Madura. Dokumen ini akan menjadi dasar ilmu pengetahuan dan rencana strategis untuk mendukung kemandirian ekonomi Madura, khususnya melalui industri tembakau yang dijalankan oleh rakyat.
Langkah ini mendapat sambutan baik dari para bupati di empat kabupaten di Madura, yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Mereka menganggap inisiatif ini sebagai langkah baru dalam membangun ekonomi Madura yang berasal dari desa, dipimpin oleh rakyat, dan bertujuan meningkatkan kesejahteraan para petani.
Subairi Muzakki, yang memimpin penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura, menjelaskan bahwa proses pembuatan dokumen ini dilakukan secara ilmiah dan melibatkan partisipasi dari berbagai pihak.
“Kami melakukan penelitian kualitatif dan kuantitatif, turun langsung ke lapangan, mewawancarai petani, pemilik pabrik, pedagang, dan berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya satu: membangun peta jalan ekonomi Madura yang berbasis keadilan, data, dan pengalaman hidup masyarakat sendiri,” ujar Subairi Muzakki dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 5 November 2025.
Menurutnya, tim riset Kamura telah menyelesaikan survei kepada ratusan petani di empat kabupaten, melakukan in-depth interview dengan pedagang, tengkulak, dan pelaku usaha rokok rakyat.
“Melalui penelitian ini, Kamura berupaya menghadirkan basis ilmiah dan moral bagi kebijakan pembangunan ekonomi Madura yang adil dan berkelanjutan, di mana tembakau diposisikan bukan sekadar komoditas fiskal, tetapi sebagai basis kemandirian, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan petani,” katanya.
Langkah tersebut mendapat dukungan dari seluruh pemimpin daerah di empat kabupaten di Madura. Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam pertemuan dengan tim Kamura, tegas menyatakan dukungan daerah terhadap gagasan besar ini. Dalam pertemuan di Rumah Dinas Bupati, Fauzi menegaskan betapa pentingnya meningkatkan pengelolaan ekonomi para petani tembakau.
“Kami berterima kasih atas kehadiran teman-teman Kamura yang punya semangat dan pikiran ke depan terkait masa depan Madura. Tahun 2021 saya dilantik, saya langsung melihat nasib petani kita. Pertanian tembakau sangat miris. Jumlah mereka banyak, tapi justru jadi penyumbang tertinggi angka kemiskinan. Maka, gagasan KEK Tembakau ini saya dukung penuh karena bisa mengubah nasib mereka,” ujar Bupati Fauzi.
Menurutnya, memperkuat industri tembakau rakyat di Madura akan langsung memengaruhi penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi di desa.
Sementara itu, Bupati Pamekasan Dr. KH.
Kholilurrahman menekankan bahwa kehadiran KEK Tembakau merupakan langkah penting untuk memulihkan rasa bangga masyarakat terhadap pertanian tembakau.
“Selama ini, tembakau seolah menjadi komoditas yang dilihat sebelah mata, padahal inilah nadi ekonomi Madura. Kalau KEK Tembakau terbentuk, maka industri rakyat akan hidup, harga akan stabil, dan petani akan mendapatkan posisi tawar yang adil,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya bantuan dari pemerintah pusat agar kebijakan cukai dan investasi bisa lebih menguntungkan petani, bukan hanya perusahaan besar.
Bantuan serupa didapat dari Bupati Bangkalan, yang menganggap inisiatif ini sebagai langkah penting untuk memperkuat seluruh proses industri dari awal hingga akhir.
“Kami melihat potensi besar di sektor tembakau. Kalau ini dikelola dengan pendekatan kawasan ekonomi khusus, maka Bangkalan bisa jadi simpul industri pengolahan dan distribusi. Tidak hanya ekonomi, tapi juga efek sosialnya akan luar biasa bagi masyarakat,” jelasnya.
Di Kabupaten Sampang, audiensi dilakukan bersama Wakil Bupati H. Ahmad Mahfudz. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas riset Kamura dan menggarisbawahi pentingnya reformasi tata niaga tembakau.
“Selama ini, petani sering jadi pihak yang paling lemah dalam rantai niaga. Gagasan KEK Tembakau ini membuka ruang bagi reformasi ekonomi rakyat di Madura. Kami akan dukung karena ini menyentuh langsung akar masalah kemiskinan,” tegasnya.
Konsolidasi Ilmu Pengetahuan dan Politik Kebijakan
Sebagai kelanjutan dari penelitian dan audiensi, Kamura akan menyelenggarakan Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau dan Arah Baru Perekonomian Madura pada hari Selasa, 11 November 2025 di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Acara ini akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A, Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si, para ahli ekonomi, akademisi, pelaku usaha, asosiasi petani, serta tokoh masyarakat Madura.
FGD Surabaya menjadi forum pembuka dari lima rangkaian kegiatan serupa yang akan dilaksanakan di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
“Forum ini akan menjadi tempat untuk menyelaraskan kebijakan antar daerah, menguji hasil penelitian di lapangan, serta memperkuat keselarasan antara pemerintah, petani, dan dunia usaha.
Kami ingin hasil penelitian ini tidak hanya berhenti di tingkat akademik, tetapi benar-benar menjadi dasar kebijakan pembangunan ekonomi Madura ke depan,” ujar Subairi.
Kamura adalah jaringan riset dan advokasi kebijakan yang terdiri dari akademisi, aktivis muda, dan praktisi kebijakan publik. Melalui penelitian di lapangan, audiensi lintas kabupaten, dan diskusi kebijakan, Kamura berupaya mendorong KEK Tembakau Madura menjadi pilot project kawasan ekonomi yang berbasis komoditas rakyat, yang menggabungkan sektor industri, pertanian, dan sosial-ekonomi lokal.
Penulis: Ahmad Fauzi
Editor: Malik Al-Sadd
