Sumber: Kabar Madura
ARENAMADURA.COM, PAMEKASAN – Sebagai upaya meneguhkan kembali marwah budaya lokal, Kementerian Kebudayaan RI menyelenggarakan Sarasehan dan Jelajah Budaya.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Madinah Pamekasan, Rabu (5/11/2025), dengan mengusung tema “Merayakan Budaya Pamekasan dan Kreativitas dalam Satu Gelombang”, menghadirkan berbagai tokoh budaya dan pelaku kreatif asal Pamekasan, termasuk tiga pembicara utama.
Budayawan R. Sonny Budiharto, yang hadir sebagai narasumber, mengingatkan pentingnya merawat dan mengembangkan budaya lokal di tengah gempuran modernisasi.
Menurutnya, lahirnya suatu karya seni bersumber pada gejolak kreatif dan kedalaman penghayatan terhadap nilai-nilai budaya, bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba.
“Karya seni budaya lahir dari sebuah kreativitas. Dari sanalah jati diri daerah bisa terus hidup dan berkembang,” ujarnya.
Tidak hanya menghadirkan sesi diskusi, acara tersebut juga diperkaya dengan beragam pertunjukan seni yang mengangkat kekayaan budaya setempat. Sebagai contoh, Komunitas Makan Ate berhasil memesona penonton dengan pagelaran karawitan yang memadukan unsur tradisi dan nuansa kontemporer.
Sonny menilai kegiatan semacam ini efektif sebagai media edukasi dan pemberdayaan masyarakat yang berlandaskan kearifan lokal. Lebih dari itu, acara ini juga dinilainya mampu menginspirasi dan membangkitkan semangat berbagai lapisan masyarakat.
“Perlu saling menguatkan para pihak agar budaya lokal terus lestari,” ujarnya.
Menurut Haris, dukungan Kementerian Kebudayaan RI lewat kegiatan Sarasehan dan Jelajah Budaya membuktikan bahwa upaya pelestarian budaya bukanlah tanggung jawab eksklusif pemerintah atau seniman.
Lebih dari itu, ia menegaskan bahwa ini adalah kewajiban kolektif seluruh elemen masyarakat untuk mempertahankan identitas daerah di tengah perubahan zaman.
Penulis: Ahmad Fauzi
Editor: Malik Al-Sadd
