ARENAMADURA.COM, SAMPANG – Aksi unjuk rasa penolakan penundaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) berujung ricuh dan menyebabkan kerusakan di kawasan Alun-Alun Kabupaten Sampang, Madura, pada Selasa (28/10/2025).
Demonstran yang kecewa dengan wacana penundaan itu melakukan tindakan vandalisme, merusak sejumlah fasilitas publik yang baru saja dibangun.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kerusakan terjadi pada beberapa titik. Pagar pembatas tanaman di sekitar taman hancur, lampu-lampu taman pecah, dan sejumlah paving block terlepas atau retak. Coretan-coretan protes juga terlihat di beberapa dinding dan monumen di area alun-alun.
Aksi ini memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang. Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, menyatakan kekecewaannya mendalam atas peristiwa ini.
“Penyampaian aspirasi itu diperbolehkan. Tapi ketika sudah terjadi perusakan, berarti itu bukan orang Sampang,” ujar Slamet Junaidi dalam sebuah video yang diunggah akun TikTok @PetualangSamsul.
Yang paling disayangkan, alun-alun yang dirusak tersebut merupakan aset publik yang pembangunannya menelan anggaran tidak sedikit Pengerjaan proyek pembangun Alun-alun Trunojoyo Sampang senilai Rp 19 miliar.
Anggaran sebesar itu dikucurkan untuk menciptakan ruang terbuka hijau yang nyaman bagi masyarakat, dilengkapi dengan taman, area bermain anak, tempat duduk, dan lampu-lampu hias. [Fawzi/Red]
