Sumber: Liputan Jatim
ARENAMADURA.COM, BANGKALAN – Konflik internal yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendorong para pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Madura Raya untuk berkumpul dan melakukan kegiatan tabarukan—mencari berkah atau tetapnya kebaikan dari Allah SWT.
Pertemuan ini dilaksanakan di kediaman kasepuhan Syaikhona Muhammad Kholil (Mbah Kholil), yang berlokasi di komplek Ponpes Al Kholiliyah An Nuroniyah, Demangan Timur, Kota Bangkalan, pada Selasa malam (2/12/2025). Pertemuan ini digelar setelah mencuatnya isu pemakzulan terhadap Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf.
Dari tempat yang memiliki nilai historis dan spiritual tinggi tersebut, PCNU se-Madura Raya menghasilkan tiga poin pernyataan sikap terkait situasi PBNU yang sedang memanas. Pernyataan sikap ini disampaikan oleh KH Syafik A Rofii, Wakil Rais Syuriyah PCNU Bangkalan, yang meliputi:
Pernyataan Sikap
Pertama, rasa keprihatinan yang teramat mendalam atas kondisi yang terjadi di lingkungan PBNU saat ini.
Kedua, memasrahkan sepenuhnya penyelesaiannya kepada alim ulama selaku pemegang otoritas tertinggi di NU.
Ketiga, mengajak warga NU agar tenang, mempererat ukhuwah nahdliyyah, dan memperbanyak munajat kepada Allah SWT agar persoalan yang terjadi di PBNU segera memperoleh jalan keluar terbaik.
Ajakan untuk Tenang dan Munajat
KH Syafik A Rofii mengungkapkan keprihatinan kolektif para ulama dan kiai Madura terhadap kondisi PBNU.
“Kami para ulama dan kiai yang dimotori para rais merasa prihatin yang teramat mendalam atas kondisi di lingkungan PBNU,” ungkap Kiai Syafik.
Oleh karena itu, Kiai Syafik mengajak seluruh warga NU untuk menjaga ketenangan dan memperbanyak doa (munajat) agar permasalahan PBNU segera menemukan solusi terbaik.
“Terbaik menurut PBNU, menurut warga NU, menurut bangsa Indonesia. Karena banyak yang mengatakan bahwa kalau PBNU tidak segera terselesaikan, maka yang rugi bukan hanya warga NU tetapi juga Bangsa Indonesia karena bangsa ini mayoritas warga NU,” jelas Kiai Syafik.
Pemilihan kediaman Syaikhona Kholil sebagai lokasi pertemuan memiliki alasan mendalam.
“Kenapa memilih kediaman Syaikhona Kholil?, barangkali (Syaikhona Kholil) selaku inisiator atau yang merestui pendirian NU, maka kami berharap bisa mengetuk hati para pengurus PBNU supaya bisa menahan diri,” tegas Kiai Syafik.
Tanfidziyah Mengikuti Kebijakan Syuriyah
Menanggapi permasalahan ini, KH Dimyati Muhammad, Sekretaris PCNU Bangkalan, menyatakan bahwa Tanfidziyah (pelaksana) akan selalu mengikuti kebijakan Syuriyah (otoritas tertinggi) sesuai dengan hierarki organisasi NU.
“Syuriyah adalah otoritas tertinggi di NU, karena tanfidziyah hanya pelaksana yang semua kebijakannya mengikuti dari kebijakan syuriyah sehingga kami mengikuti apapun yang diminta syuriyah,” ungkap Kiai Dimyati.
Mengenai isu pemecatan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, Kiai Dimyati menegaskan sikap pasrah sepenuhnya kepada mekanisme yang berlaku di NU dan otoritas alim ulama.
“Entah dengan mekanisme apa, apakah itu melanggar AD/ART atau pun tidak, kami pasrahkan kepada pemilik otoritas,” pungkasnya.
Pertemuan penting ini dihadiri oleh sejumlah tokoh Rais Syuriyah PCNU se-Madura, termasuk KH Faisol Anwar (Bangkalan), KH Syafiuddin Wahid (Sampang), dan KH Ali Rahbini Abd Latif (Pamekasan).
Penulis: Ahmad Fauzi
Editor: Malik Al-Sadd
