ARENAMADURA.COM, PARIWISATA – Kabupaten Sampang mengejar ketertinggalan di wilayah pariwisatanya. Pemerintah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Disporabudpar), terus berupaya memajukan sektor pariwisata daerah, terutama di sepanjang jalur Pantura.
Sebagaimana dikutif dari lama RRI.co.id. Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Sampang, Endah Nursiskawati, menyatakan bahwa potensi pariwisata di Kabupaten Sampang tidak kalah dengan daerah lainnya, terutama dalam mendukung sektor ekonomi kreatif.
Ia juga menekankan pentingnya melestarikan nilai-nilai budaya Madura, termasuk di kawasan Pantura, sebagai daya tarik wisata yang khas.
“Nilai-nilai budaya Madura yang harus tetap dijaga, termasuk daerah pantura, juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri dari Kabupaten Sampang, sehingga bisa lebih memajukan Sampang ke depannya,” ujar Endah. Rabu (5/11/2025).
Tiga kecamatan di jalur Pantura, yaitu Banyuates, Ketapang, dan Sokobanah, menjadi pusat pengembangan wisata karena memiliki pemandangan alam yang indah dan masih hijau. Berikut beberapa tempat wisata yang menarik:
Pantai Lon Malang

Pantai ini berada di Dusun Batulenger, Desa Biratengah, Kecamatan Sokobanah.
Pantai ini menyajikan pasir putih yang mengelilingi dari arah timur hingga barat. Pantai ini diresmikan pada tahun 2017 dan menjadi tempat yang populer untuk menikmati keindahan alam laut.
Air Terjun Toroan

Air terjun ini terletak di dekat pantai Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang.
Tingginya sekitar 20 meter. Keistimewaannya adalah aliran air yang langsung jatuh ke laut, membuat pemandangan terlihat dramatis, terutama ketika air laut surut.
Hutan Kera Nepa

Hutan ini berada di Desa Napa, Kecamatan Banyuates.
Tempat ini menjadi habitat alami kera. Pengunjung bisa berjalan di dalam hutan dan berinteraksi dengan kera liar, cukup dengan memberi makanan seperti kacang.
Pemerintah setempat berharap pengembangan wisata ini dapat meningkatkan jumlah pengunjung wisatawan serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berbasis budaya dan alam.
Penulis: Dhika Prayoga
Editor: Malik Al-Sadd
