Sumber: VIVA
ARENAMADURA.COM, BANGKALAN –Peresmian gedung olahraga yang memiliki skala internasional ini diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat Madura.
Kegiatan tersebut berlangsung di SAS Univesitas Trunojoyo Madura (UTM) dan dihadiri oleh beberapa tokoh penting dari Madura, di antaranya anggota DPR RI Hasani Zubair, Imron Amin, dan Erick Hermawan.
Bupati Lukman Hakim dan Wakil Bupati Bangkalan Fauzan Jakfar juga ikut hadir saat peresmian SAS UTM tersebut.
Selain meresmikan SAS UTM, tokoh kelahiran Sumenep itu juga memberikan penghargaan kepada atlet berprestasi.
Setiap atlet mendapatkan uang penghargaan sebesar Rp 5 juta. Selain itu, dia juga memberikan golden ticket kepada siswa berprestasi serta kartu Indonesia Pintar (KIP).
”Anak-anak yang berprestasi bisa memiliki kebanggaan dan diapresiasi. Itu akan membuat atlet yang lain berlomba-lomba untuk berprestasi,” ujar Said.
Sebagai seseorang yang lahir dan besar di Madura, politisi PDI Perjuangan itu memanggil semua pihak untuk bekerja sama membangun daerah. Terutama antara anggota DPR RI dengan pemerintah daerah.
Ia yakin, jika seluruh anggota perwakilan rakyat turun langsung ke desa dan berbagi dengan masyarakat, akan sangat membantu.
”Jika semuanya turun langsung ke masyarakat, membentuk komunitas kecil dalam pemberdayaan masyarakat, itu akan sangat membantu. Itulah mimpi saja,” ucapnya.
Dia menyebut, tidak ada gunanya berjalan sendiri-sendiri dengan orientasi pada kepentingan elektoral perorangan.
”Sekarang kolaborasi dulu untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat Madura,” ajaknya.
Dia menginginkan Madura menjadi kawasan ekonomi khusus. Dia menyakini dengan langkah ini Madura semakin maju. Karena itu, perjuangan untuk memajukan madura masih panjang. Said juga pernah mengusulkan agar transportasi kereta api di Madura dihidupkan lagi.
Rektor UTM Prof Safi’ mengucapkan terimakasih kepada MH Said Abdullah telah membantu pembangunan gedung SAS Center.
Dia mengaku sudah lama menginginkan gedung olahraga yang representatif. Keinginan itu pernah diusulkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tapi belum ada kepastian.
”Sudah lama kami ingin memiliki gedung olahraga yang representatif, tapi belum disetujui oleh kementerian waktu itu,” tukasnya.
Penulis: Dhika Prayoga
Editor: Malik Al-Sadd
