DPR RI, Eric Hermawan memberikan respon dalam sesi tanya jawab kegiatan Asporasi Masyarakat, Senin, 22 Juni 2026.
ARENAMADURA.COM, SAMPANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Daerah Pemilihan XI Jawa Timur (Madura), Eric Hermawan, menggelar agenda Serap Aspirasi Masyarakat MPR RI dengan tema “Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Daerah” di Kabupaten Sampang, Madura. Senin, 22 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel PKPRI ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Madura untuk menyampaikan langsung keluhan, harapan, dan gagasan mereka kepada wakilnya di Senayan.
Forum yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, pelaku UMKM, petani garam, perwakilan pesantren, aparatur desa, serta pelajar ini berlangsung hangat dan interaktif. Eric Hermawan menyampaikan sejumlah poin kritis mengenai kondisi pembangunan Madura, merespons langsung berbagai aspirasi warga, serta menawarkan solusi mendalam dan orisinal untuk mendorong akselerasi pembangunan yang merata di Bumi Madura.
Mengawali paparannya, Eric Hermawan memberikan gambaran kritis mengenai kondisi pembangunan Madura saat ini. Dengan terus terang, ia mengakui bahwa meskipun memiliki potensi sumber daya alam dan budaya yang luar biasa, Pulau Garam ini masih menghadapi berbagai tantangan serius.
Eric menyoroti bahwa akses infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, dan listrik masih menjadi pekerjaan rumah besar.
“Di beberapa wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, seperti Pulau Mandangin, warga masih kesulitan mendapatkan air bersih dan akses jalan yang layak,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi jalan yang rusak di sejumlah desa menyulitkan mobilitas warga, distribusi hasil tani, dan akses layanan publik, terutama saat musim hujan.
Namun demikian, Eric juga mencatat adanya angin segar. Ia menyambut baik peresmian pembangunan 1.151 kilometer jalan daerah di Kabupaten Sampang yang baru saja diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
“Peresmian oleh Presiden Prabowo di Sampang bukan tanpa alasan. Ini adalah simbol bahwa Madura adalah prioritas dalam pembangunan nasional,” tegasnya.
Eric juga menyoroti sektor-sektor unggulan Madura yang belum dikelola secara optimal. Sektor garam, yang menjadi ikon Madura, masih menghadapi persoalan klasik seperti harga yang tidak stabil, distribusi yang terhambat, dan persaingan dengan garam impor.
Sektor tembakau juga terancam oleh kebijakan cukai yang membebani petani dan pelaku usaha lokal. Sementara itu, pariwisata Madura yang memiliki daya tarik luar biasa, belum terintegrasi dengan baik dan masih memerlukan peningkatan kapasitas pengelolaan.
Eric mengakui bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Madura masih berada di bawah rata-rata provinsi. Akses terhadap pendidikan berkualitas dan layanan kesehatan yang memadai masih menjadi tantangan, terutama di daerah terpencil.
“Tanpa pendidikan dan kesehatan yang baik, sulit bagi masyarakat Madura untuk bersaing dan keluar dari jeratan kemiskinan,” ujarnya.
Dalam sesi dialog terbuka, masyarakat Sampang menyampaikan berbagai aspirasi dengan antusias. Eric Hermawan mendengarkan dengan seksama dan memberikan respons nyata serta komitmen untuk memperjuangkan setiap aspirasi yang disampaikan.
Para petani garam dari Kecamatan Pangarengan mengeluhkan harga garam yang tidak stabil, distribusi yang terhambat akibat jalan rusak, serta masih adanya impor garam yang menekan harga lokal.
Menanggapi hal ini, Eric menyatakan dukungannya terhadap target swasembada garam yang dicanangkan pemerintah. Ia berkomitmen untuk mendorong alokasi anggaran bagi peningkatan teknologi industri garam guna meningkatkan produksi dan kualitas.
“Saya akan memperjuangkan perbaikan akses jalan menuju kawasan tambak garam sebagai prioritas. Dengan infrastruktur yang baik dan hilirisasi yang tepat, saya yakin petani garam kita bisa sejahtera,” janjinya.
Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengeluhkan sulitnya akses permodalan dan lemahnya keterampilan untuk menembus pasar yang lebih luas. Mereka berharap ada program pelatihan dan kemudahan kredit.
Eric menekankan pentingnya pemberdayaan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Madura. Ia berjanji akan memperjuangkan program pelatihan keterampilan manajemen usaha dan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga lebih rendah.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi Madura. Kami di DPR akan memastikan mereka mendapatkan ruang dan dukungan yang layak,” tegasnya.
Para tokoh masyarakat meminta percepatan pembangunan jalan di desa-desa terpencil dan pulau-pulau kecil, seperti Mandangin, agar mobilitas warga dan distribusi logistik menjadi lebih lancar.
Eric merespons dengan menyambut baik peresmian program IJD sebagai bukti komitmen pemerintah terhadap Madura. Ia berjanji akan mengawal kelanjutan program ini dan mendorong agar akses ke wilayah-wilayah yang belum tersentuh segera direalisasikan.
“Jalan daerah adalah urat nadi perekonomian rakyat. Melalui jalan-jalan inilah hasil panen, hasil kebun, hasil perikanan dapat bergerak,” ujarnya, mengutip semangat Presiden Prabowo.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga jam ini diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama antara Eric Hermawan dan perwakilan masyarakat untuk mengawal setiap aspirasi yang telah disampaikan. Suasana haru dan penuh semangat menyelimuti ruangan ketika para peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai penutup acara.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan terjadi percepatan dan pemerataan pembangunan yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Madura, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045.
Edito: Redaksi
