Relawan PATAS MA Sedang meratakan jalan aspal berlubang di sejumlah titik jalan Bondowoso, Kamis (19/03).
ARENAMADURA.COM, BONDOWOSO – Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan, sekelompok relawan yang menamakan diri Pasukan Tambal Aspal Makelar Akhirat (PATAS MA) rutin menggelar aksi sosial pada dini hari. Mereka turun ke jalan-jalan di Kabupaten Bondowoso untuk menambal lubang yang membahayakan pengendara, Kamis (19/3/2026).
Gerakan ini lahir dari keprihatinan mendalam atas buruknya infrastruktur jalan yang kerap memicu perdebatan di dunia maya dan menyebabkan kecelakaan fatal. Koordinator PATAS MA, Dr. Yusdeny, mengungkapkan bahwa inisiatif ini muncul secara spontan akibat kondisi darurat di lapangan.
“Awalnya kami tidak punya rencana mengaspal jalan. Tapi karena banyaknya korban akibat jalan rusak, kami tergerak untuk turun langsung bersama relawan,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.
Selain untuk meminimalisir angka kecelakaan, aksi ini membawa misi besar untuk membangkitkan kembali kepedulian antar sesama. “Target utama kami sederhana, supaya tidak ada korban lagi. Tapi lebih besar dari itu, kami ingin mengkampanyekan gerakan warga bantu warga,” tambah Dr. Yusdeny.
Selama Ramadan, aksi perbaikan ini biasanya dimulai setelah salat tarawih hingga waktu sahur. Hingga saat ini, mereka telah menyelesaikan aksi ke-7 yang mencakup berbagai titik krusial, mulai dari Jalan Hos Cokroaminoto, Jalan MT Haryono, hingga jalur penghubung strategis seperti wilayah Koncer, Grujugan, Tamanan, dan Nangkaan yang menjadi akses utama dari arah Jember.
Langkah nyata ini diambil mengingat urgensi keselamatan publik di tengah keterbatasan finansial pemerintah daerah. Dr. Yusdeny menjelaskan, “Banyak korban berjatuhan, itu yang utama. Selain itu, kondisi fiskal daerah juga terbatas. Daripada menunggu dan berdebat soal tanggung jawab, kami memilih bergerak sesuai kemampuan.”
Menariknya, seluruh operasional gerakan ini mengandalkan dana swadaya. Bermodal iuran anggota di awal, mereka kemudian memanfaatkan media sosial untuk menggalang donasi dari masyarakat luas. “Kami iuran sendiri untuk mulai. Lalu kami live di TikTok untuk kampanye sekaligus mengajak partisipasi warga. Alhamdulillah banyak yang ikut membantu,” tuturnya.
Meski mendapatkan dukungan luas dari pengguna jalan, aksi ini tak luput dari pro dan kontra. Sebagian pihak mengaitkan gerakan tersebut dengan isu politik. Menanggapi hal itu, Dr. Yusdeny bersikap santai. “Sebagian besar mendukung, tapi ada juga yang menganggap ini bermuatan politik atau mencederai kewibawaan pemerintah. Itu hal yang wajar,” pungkasnya.
Hingga kini, PATAS MA menyatakan akan terus konsisten melakukan penambalan selama dukungan dana dan tenaga relawan masih tersedia. “Selama masih ada dukungan dan relawan, kegiatan ini akan terus berlanjut,” tegasnya.
Penulis: Dhika Mahardika
Editor: Malik Al-Sadd
