ARENAMADURA.COM, TEKNOLOGI – Kita semua tahu kalau pencipta Bitcoin itu bernama Satoshi Nakamoto meski semua orang juga yakin banget itu cuma nama samaran. Sudah lama banget nggak ada kabar soal siapa sebenarnya di balik ikon ‘B’ bergaris miring itu. Nah, New York Times baru saja ngeluarin investigasi besar-besaran yang katanya sih udah nemuin jati diri si Satoshi. Namanya… Adam? Mungkin?
Yang bikin seru, investigasi ini nggak cuma dari NYT, tapi juga melibatkan John Carreyrou penulis buku Bad Blood yang terkenal itu. Buku yang ngebongkar skandal Theranos-nya Elizabeth Holmes, perusahaan tes darah yang ternyata cuma omong kosong belaka. Carreyrou bareng rekannya, Dylan Freedman, ngeklaim kalau Satoshi Nakamoto—yang katanya salah satu orang terkaya di dunia sebenarnya adalah seorang kriptografer asal Inggris bernama Adam Back.
Nah, argumen Carreyrou ini nggak asal-asalan lho. Katanya sih berdasarkan riset bertahun-tahun, analisis gaya bahasa, sampai pelacakan jejak digital yang ujung-ujungnya ngarah ke Adam Back. Carreyrou ngeliat karya Back soal Hashcash sebuah teknologi yang jadi cikal bakal dan disebut-sebut di whitepaper Bitcoin. Gaya nulisnya juga mirip banget, dari kebiasaan nge-eja sampai format tulisan. Bareng analis data, mereka nyaring puluhan ribu kandidat dan cuma satu yang cocok: Back.
Udah ketemu dong? Tunggu dulu…
Memang sih, ada banyak bukti ala film detektif yang keliatan klop. Misalnya, Back itu aktif banget di komunitas kriptografi yang sering bahas uang digital di akhir tahun 90-an. Tapi begitu Bitcoin mulai naik daun, dia malah menghilang dari peredaran. Lalu tiba-tiba muncul lagi setelah Satoshi lenyap secara misterius. Hmm, kebetulan banget ya?
Kasus ini emang bikin penasaran, tapi jujur aja, seberapa penting sih? Mungkin cuma buat puasin rasa kepo kita aja. Kayak akhir cerita kartun Scooby-Doo yang bikin lega karena misterinya ketemu juga.
Ya jelas lah, siapa sih yang mau diaku-aku sebagai Satoshi? Back udah berkali-kali nolak dan bilang kalau bukti-bukti itu cuma kumpulan kebetulan dan bias konfirmasi. Banyak netizen juga yang ngerasa penelitian ini kurang kuat—bukti-buktinya banyak sih, tapi semuanya nggak langsung dan nggak ada yang bener-bener mengikat. Bahkan ada yang curiga kalau Satoshi itu bukan satu orang, tapi sekelompok kecil orang yang pake satu nama samaran. Teori ini tetep nyebut Back mungkin salah satu dari mereka, tapi bukan satu-satunya.
Masalah utamanya adalah, misteri ini mungkin emang sengaja dibikin nggak terpecahkan. Satoshi lenyap setelah ngejelasin ide dasar Bitcoin, tanpa ninggalin jejak identitas yang bisa diverifikasi. Tapi dia punya dompet dengan lebih dari satu juta Bitcoin yang sekarang nilainya puluhan miliar dolar! Wajar banget kalau orang kepo banget mau tahu siapa yang pegang harta karun itu, atau malah udah ditinggal mati.
Pokoknya, semua ini bikin mitologi Bitcoin makin greget. Mata uang digital yang misterius, dengan pencipta anonim, yang sayangnya juga dipakai buat hal-hal gelap kayak perdagangan narkoba dan manusia. Ya sudahlah, begitulah dunia maya.
Editor: Redaksi
